Vely’S bLoG











{June 6, 2009}   Fallacies of Reasioning_Relevance-Ommision

Fallacies of Reasioning
Relevance – Ommision

1. Bogus dilemma
Seolah-olah hanya itulah pilihannya.
Maksudnya, hanya ada beberapa pilihan dan harus melakukan hal yang ada di dalam pilihan itu dan tidak dapat melakukan hal yang lainnya.
2. Concealed quantification
Pemberian atribut yang tidak jelas, apa ke seluruh kelas, atau beberapa anggotanya saja
Memberitahu kepada seseorang tentang suatu yang ambigu dan membuat orang yang diberitahu juga percaya dengan mudahnya.
3. Damning the alternatives
Seolah-olah satu pilihan benar karena pilihan yang lain salah.
Memberikan suatu pernyataan yang dimana di dalam pernyataan itu terdapat beberapa pilihan dan harus memilih. Tetapi sesuatu yang benar itu hanya satu. Sehingga mau tidak mau kita harus memilih hal itu.
4. Definitional retreat
Membela diri dari bantahan dengan mengubah definisi.
Memberikan pernyataan yang lain setelah mendengar pernyataan dari lawannya yang membuat dirinya salah dengan mengelak.
5. Extensional pruning
Membela diri dari bantahan dengan definisi tidak umum (atau arti literal).
6. Argumentum ad ignoratiam
Menyalahkan atau membenarkan klaim atas tidak adanya bukti.
7. Argumentum ad lapidem
Kepala batu.
Fallacy seperti ini tidak bisa dilawan. Orang yang berpegang pada ‘pokoknya’ tidak bisa di ajak bicara.
8. Argumentum ad nauseam
Menggunakan perulangan agar terlihat benar.
9. One-sided asessment
Hanya melihat satu sisi masalah
Tidak melhat dari sisi yang lain. Tidak tentu benar, karena mungkin saja pemikirannya yang dianggap benar ini sebenarnya salah.
10. Refuting the example
Menolak klaim dengan pernyataan yang bukan inti permasalahan.
11. Shifting ground
Menyangkal dengan alasan bahwa kalim awal bukan seperti itu maksudnya.
12. Shifting the burden of proof
Mengalihkan tanggung jawab atas bukti.
13. Special pleading
Menuntut double standar
14. The straw man
Bila tidak bisa membantah, hajar bersi extremnya.
15. The exception that proves the rule
Perkecualian yang malah tidak digunakan untuk membenarkan.
16. Trivial objection
Menyalahkan sesuatu yang jauh hubungannya, atau masalah-masalah sepele.
17. Unaccepted enthymemes
Menggunakan enthymemes untuk argumen.
18. Unobtainable perfection
Menyalahkan karena tidak sempurna.

Fallacies of Reasioning
Relevance – Ommision

1. Bogus dilemma
Seolah-olah hanya itulah pilihannya.
Maksudnya, hanya ada beberapa pilihan dan harus melakukan hal yang ada di dalam pilihan itu dan tidak dapat melakukan hal yang lainnya.
2. Concealed quantification
Pemberian atribut yang tidak jelas, apa ke seluruh kelas, atau beberapa anggotanya saja
Memberitahu kepada seseorang tentang suatu yang ambigu dan membuat orang yang diberitahu juga percaya dengan mudahnya.
3. Damning the alternatives
Seolah-olah satu pilihan benar karena pilihan yang lain salah.
Memberikan suatu pernyataan yang dimana di dalam pernyataan itu terdapat beberapa pilihan dan harus memilih. Tetapi sesuatu yang benar itu hanya satu. Sehingga mau tidak mau kita harus memilih hal itu.
4. Definitional retreat
Membela diri dari bantahan dengan mengubah definisi.
Memberikan pernyataan yang lain setelah mendengar pernyataan dari lawannya yang membuat dirinya salah dengan mengelak.
5. Extensional pruning
Membela diri dari bantahan dengan definisi tidak umum (atau arti literal).
6. Argumentum ad ignoratiam
Menyalahkan atau membenarkan klaim atas tidak adanya bukti.
7. Argumentum ad lapidem
Kepala batu.
Fallacy seperti ini tidak bisa dilawan. Orang yang berpegang pada ‘pokoknya’ tidak bisa di ajak bicara.
8. Argumentum ad nauseam
Menggunakan perulangan agar terlihat benar.
9. One-sided asessment
Hanya melihat satu sisi masalah
Tidak melhat dari sisi yang lain. Tidak tentu benar, karena mungkin saja pemikirannya yang dianggap benar ini sebenarnya salah.
10. Refuting the example
Menolak klaim dengan pernyataan yang bukan inti permasalahan.
11. Shifting ground
Menyangkal dengan alasan bahwa kalim awal bukan seperti itu maksudnya.
12. Shifting the burden of proof
Mengalihkan tanggung jawab atas bukti.
13. Special pleading
Menuntut double standar
14. The straw man
Bila tidak bisa membantah, hajar bersi extremnya.
15. The exception that proves the rule
Perkecualian yang malah tidak digunakan untuk membenarkan.
16. Trivial objection
Menyalahkan sesuatu yang jauh hubungannya, atau masalah-masalah sepele.
17. Unaccepted enthymemes
Menggunakan enthymemes untuk argumen.
18. Unobtainable perfection
Menyalahkan karena tidak sempurna.

Advertisement


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.